bukan sekedar helm koleksi

​mengkoleksi helm memang mengasyikan, apalagi helm yang kita koleksi dapat membangkitkan histori motor atau dunia balapan masa lalu. maka dari itu mereka yang gemar mengkoleksi barang-barang jadul biasanya tahu betul akan sejarah dari barang yang dikumpulkannya.

ini juga membuktikan bahwa hobi juga gak melulu bicara mengenai investasi. yang terpenting dari itu, sebagai kolektor harusnya siap bertanggung jawab menjembatani sebagai penyampai sejarah dari generasi lama terhadap keingintahuan generasi sekarang atau awam.

balik ketopik helm. veroland, pemilik bengkel kustom kick ass choppers punya puluhan koleksian helm langka. jika kita mengkoleksi untuk sekedar banyak mungkin siapa saja bisa mencapai hingga titik ratusan hingga ribuan, tapi untuk orang yang benar-benar mencintai helm sepaket dengan nilai historisnya lebih baik memiliki satu tapi berkelas, ya kan.

​Jauh sebelum tren helm antik meroket pria plontos ini sudah sejak tahun ‘90an mengkoleksi helm-helm jadul ini. seperti simpson, bell dan fury terpajang rapih di bengkelnya. vero yang sedang menggemari olah raga muay thai ini juga hapal betul mengenai sejarah dari helm-helm yang didapatinya. “seperti helm simpson bandit ini warnanya eighties. Ini helm bekas balap power boat yang gw dapat di acara swap meet, long beach,” tutup Vero.

hahaduh…keren…

Advertisements

Kolektor 1.465 Motor Klasik

Tyo Lauda pria asal Magelang yang berdomisili di Savona, Italy Barat mungkin bisa dikatakan salah satu kolektor diecast di Indonesia yang patut diperhitungkan. Terhitung sejak umur 4 tahun dirinya sudah mulai mengumpulkan mainan metal berbentuk miniatur mobil-motor.

“Saya suka diecast motor klasik karena dari kecil udah dicekokin motor klasik sama bapak saya. Bapak saya doyan banget saya motor klasik.” tutur pria berkacamata ini.

Kecintaannya pada motor klasik rupanya berlanjut dalam bentuk diecast, yang mulai ditekuni sejak 5 tahun lalu. Terhitung kini jumlah koleksiannya telah mencapai 1.465 unit dari berbagai merek dan skala.

Sebut saja Schuco,Minichamps,Ixo Altaya, Atlas Models, Revell,Solido,Britains,Franklin Autoart, dan Deagustini. Dari mulai skala 1:6 – 1:43, kisaran harga Rp 70rb-15jt semua tersusun rapih di lemarinya.

Sebagai kolektor Tyo memang tidak fanatik pada merek tertentu, “Hampir semua merek saya suka, tiap pabrikan diecast ada kelebihannya masing-masing tapi yang favorit keluaran Schuco, Germany.” Menurutnya   Schuco motorcycle masih menggunakan cetakan molding lama, jadi berkesan lebih old school dari merek lain.

Biasanya Tyo mendapatkan diecast motor klasik incarannya dari jaringan online, selain itu bekerja di bidang pariwisata juga menjadi nilai plus. Sebab banyak juga koleksianya yang didapat dari hasil keluar-masuk toko mainan di Eropa.

Rugi jika hobi tidak menghasilkan pundi uang dan mengingat diecast juga merupakan salah satu investasi bagi sebagian kolektor. Makanya pemilik akun Facebook TYO EVC ini juga sering menjual diecast-diecast motor klasik milikinya di media sosial. Terlebih untuk varian klasik merupakan salah satu varian yang jarang dikoleksi lantaran varian klasik di Indonesia lebih sulit didapat dibandingkan diecast motor sport.

Penasaran? Cek ombak aja Bor. Siapa tahu diecast incaran ente ada di do’i. haha