Dua Pebalap Satelit Tim Ducati Berebut Spek Motor Lorenzo

Bor, Ducati memberikan kesempatan salah satu pembalap tim satelitnya menjajal motor yang sama dengan pebalap utama nih. Adalah Scott Redding dan Danilo Petrucci, yang berkesempatan menunggangi Desmosedici GP17.

Seperti dikutip dari Autosport, Desmosedici GP17 yang rencananya digunakan Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso musim depan, teryata juga akan dialokasikan kepada salah satu pebalap satelitnya. Redding dan Petrucci pun berkompetisi memperebutkannya.

Redding mengatakan, ia dan Petrucci sepakat sejak awal musim untuk bersaing mendapatkan motor utama Ducati. Namun karena Petrucci sempat mengalami cedera tangan di awal musim, keduanya memulai persaingan dari nol lagi sejak Grand Prix Republik Ceko di Sirkuit Brno, 21 Agustus lalu.

“Kami membuat kesepakatan internal. Karena Danilo mengalami patah tangan di awal musim dan itu tidak adil, serta saya juga punya banyak masalah teknis, kami memutuskan untuk memulainya lagi di Brno,” ungkap Redding.

“Ini akan menarik, ada banyak persaingan di lintasan. Banyak pembalap akan saling bunuh untuk mendapatkan motor pabrikan 2017,”

“Sayta tidak begitu meikirkanya, jika saya terlalu banyak memikirkannya juga bisa stres, malah membuat banyak kesalahan yang nantinya berisiko. Tapi saat ini kami harus maksimal dan menunjukkan konsistensi di beberapa balapan terakhir,”

Sejak bersaing di Ceko, Redding berhasil unggul dari rekannya. Meski Petrucci bisa mengoleksi 21 poin dalam empat race terakhir (Ceko, Inggris, San Marino, Aragon), pembalap Inggris masih unggul dalam peringkat di klasemen pembalap.

Soal Desmosedici GP17, Redding menambahkan, akan penting bagi Ducati tetap punya motor tipe lain, Desmosedici GP16 misalnya. Sebab motor lain, menurutnya, bisa digunakan untuk bahan uji coba penerapan teknologi Desmosedici yang rencananya akan dipukul rata yakni menyesuaikan gaya balapan Lorenzo.

“Siapa pun yang mendapat motor pabrikan, akan bagus untuk Ducati bisa punya motor lain di trek untuk memahami hal-hal tertentu. Mereka akan mengubah motor untuk lebih sesuai dengan Lorenzo. Mereka jelas ingin punya motor lain di luar sana dan itu masuk akal,”

Rossi Dan Vinales Adalah Duet Tim Terkuat Untuk Musim Depan MotoGP

Bor digadang-gadang pebalap Yamaha Movistar Valentino Rossi bakal mempunyai rekan setim yang terkuat untuk musim depan MotoGP. Seperti yang kita sendiri sudah saksikan kemampuan Maverick Vinales dalam mengendarai Motor sudah tidak di ragukan lagi. Maverick Vinales dalam pertandingan balap MotoGP musim 2016 ini sendiri sudah mampu membuka rekor baru di Suzuki dengan mengantarkan Suzuki ke atas podium sebanyak 2 kali.

Dan kemampuan Maverick Vinales ini banyak yang mengatakan Vinales lebih jago secara skil daripada Jorge Lorenzo. Wiih, masa sih Bor?

Keputusan Yamaha untuk menghadirkan pebalap muda asal Spanyol ini di nilai sangat jeli. Sebab dengan hadirnya Maverick Vinales ke kubu Yamaha bisa menjadi angin segar buat Yamaha, mengingat musim 2016 Yamaha melempem di bawah klasemen setelah Repsol Honda.

Seperti yang di utarakan petinggi Suzuki, Davide Brivio mengatakan bahwa Yamaha sangat beruntung sakali bisa merayu pembalap Vinales untuk jadi tandem Valenitno Rossi. Namun perlu dicatat kehadiran Vinales ke Yamaha di pastikan akan merobohkan pertahanan Rossi, sebab Vinales adalah pebalap berani.

“Valentino Rossi memang seorang pembalap yang sangat kuat, dan juga berpengalaman. Akan tetapi, saya memperingati agar ia tetap mewaspadai Maverick Vinales di Tim Yamaha tahun depan,” ungkap Brivio kepada media Tuttomotoriweb (1/10).

“Vnales juga akan memberikan stimulasi bagi Rossi untuk tampil lebih baik. Pada musim depan, Rossi akan tetap memiliki rekan setim yang hebat dan sama kuat dengannya,” tutupnya pede.

Valentino Rossi Bakal Sabet Tiga Seri Terakhir MotoGP

Bor, MotoGP tinggal menyisahkan beberapa seri lagi nih, tinggal Jepang, Malaysia, Australia dan Valencia. Pada MotoGP Asia dan Australia ini, dipastikan pertarungan para pebalap MotoGP bakal semakin seru.

Saat ini Bor, Marc Marquez masih kokoh di puncak klasemen MotoGP. Pebalap Honda ini unggul 52 poin dari pesaing terdekatnya, Valentino Rossi. Dengan selisih poin yang terbilang lumayan jauh, pastinya cukup sulit bagi The Doctor mengejar sang Baby Alien.

Tim Yamaha Movistar sendiri saat ini terkesan alot hingga seri terakhir kemarin. Buktinya, tim garpu tala terakhir meraih kemenangan sejak MotoGP Catalunya, Spanyol itupun pada bulan Juni lalu, yang dimenangkan oleh Rossi. Sedangkan Honda dalam tujuh seri terakhir konsisten dengan prestasi podium, hingga bisa meraih lima kemenangan dengan empat rider berbeda, sementara sisanya masing-masing direbut Ducati dan Suzuki.

“Kami harus bekerja keras di sisa musim ini. Saya harap kami bisa kembali meraih kemenangan di Asia dan Australia bulan ini,” kata Rossi pada crash.net

“Saya suka tiga seri flyaway. Ya, Motegi, Sepang, dan Phillip Island, ketiga lintasannya menakjubkan. Di atas kertas, Yamaha bisa tampil kuat di sana. Saya dan motor sama-sama kompetitif. Semoga kami bisa menang di sana. Dengan tertinggal 52 poin, kini gelar juara dunia jauh lebih sulit diraih. Tapi kami harus tetap fokus dan mencoba menang, karena apapun bisa terjadi sampai segalanya benar-benar berakhir,” tutup pebalap berusia 37 tahun tersebut.

Casey Stoner Jual Rumah Mewah Seharga Rp 64 Milyar

Bor, Casey Stoner mau jual rumah. Setelah memutuskan pensiun dari MotoGP sejak 2012, mungkin Casey Stoner jadi punya waktu lebih untuk memikirkan hal di luar balap. Rider asal Australia yang punya dua gelar juara dunia balapan kelas tertinggi dilaporkan berniat menjual rumah mewahnya di kawasan Gold Coast, Australia.

Harian MCN mengatakan, Stoner berniat menjual rumahnya yang didapat dari masa kejayaannya selama berkiprah di dunia balap. Rumah Mewah ini bakal dilepas dengan harga 6,5 juta dolar Australia 3,84 juta pounds atau setara Rp 64,8 miliar.

Harga selangit itu bukan tanpa alasan. Karena memiliki fasilitas nomor wahid untuk kelas super star, seperti fasilitas lima kamar tidur yang pastinya mewah, lift menuju parkiran yang berkapasitas 10 mobil, kolam renang, ruang media, dan tiga ruang tamu terpisah.

Ada pun alasan Stoner menjualnya adalah ia bakal pindah ke Queensland bersama keluarganya, dan ingin mencari suasana baru tentunya. Saat ini Stoner tinggal bersama sang istri, Adriana Tuchyna dan anak perempuannya, Alessandra Maria.

Kegiatan Stoner saat ini dimana sejak awal musim 2016 ia ditunjuk kembali memperkuat Ducati sebagai test rider tim yang sempat ia bela sejak 2007-2010. Konglomerat Indonesia ada yang minat gak ya Bor?

Biar Tua Tetapi Dalam Tiap Seri Rossi Masih Diperhitungkan

Bor, biar kata usia Valentino Rossi menjelang sore, tapi do’i masih bisa bikin kesal pesaingnya di MotoGP yang notabene berusia lebih muda loh. Dari prediksi kemenangan seri hingga kesempatan merebut titel juara selalu namanya diperhitungkan media dan pengamat. Kira-kira apa ya rahasianya bor?

Dalam seri balap ketujuh musim ini, tepatnya dalam Grand Prix Spanyol yang berlangsung di Sirkuit Catalunya 6 Juni 2016, Rossi sukses jadi pemenang. Start dari posisi lima, pembalap Italia mampu finis pertama mengalahkan Marc Marquez yang sejatinya bertindak sebagai pole seater.

Kemenangan itu tak cuma jadi yang kedua untuk Rossi musim ini. 25 poin yang ia dapat dalam pekan duka tewasnya pembalap Moto2 Spanyol Luis Salom mempertegas statusnya sebagai penantang serius kejuaraan dunia balap motor kelas tertinggi.

Banyak pembalap yang sangat memuji konsistensi penampilan Rossi. Pengalaman selama 20 tahun di lintasan balap jadi keuntungan tersendiri dalam urusan pemilihan strategi penggunaan ban dan melahap trek yang rumit.

“Persaingan sangat menarik sebab Lorenzo sangatlah cepat, tetapi di sisi lain Rossi punya pengalaman yang luar biasa dan sangat konsisten sehingga bisa mengambil segala keuntungan dari segala situasi,” ungkap Marquez saat menanggapi persaingan dua pembalap Yamaha tahun lalu.

Kini sesudah melewati seri balap ke-14 di Aragon (25/9), Rossi sudah mengoleksi dua kemenangan, empat posisi runner up, dan dua kali di tempat ketiga. Sisanya, tiga kali ia gagal menyelesaikan race sebanyak tiga kali, dan tiga kali finis di luar podium.

Prestasi itu menempatkannya di peringkat dua klasemen pembalap sementara dengan koleksi 180 poin. Ia terpaut 43 angka dari Marquez yang berada di tempat pertama. Dengan menyisakan lima seri lagi, The Doctor masih punya peluang merengkuh titel juara dunia kesepuluhnya musim ini.

Nah, apa yang membuat Rossi tetap bisa bersaing di level teratas? Padahal dalam beberapa tahun terakhir, pembalap Italia sudah mewacanakan bakal pensiun.

mengungkap rahasianya. Dalam wawancara bersama GPOne, orang nomor satu di bengkel Rossi menilai sang pembalap belum merasa pantas untuk tarik diri dari dunia kebut-kebutan.

“Saya akan mengatakan maaf, jika Valentino pensiun sekarang. Itu akan jadi hal paling mengecewakan untuk semua orang,” kata mekanik Rossi, Silvano Galbusera kepada Gpone.

“Saya yakin itu, tapi kalaupn Rossi pensiun, itu karena dia yakin masih bisa bersaing di level yang sama. Dia mungkin akan tetap balap namun pada even yang berbeda. Kemudian baru kami lihat apakah mesti berhenti atau tidak. Tapi menurut saya belum saatnya lah,” tutupnya.

Tuhkan, Hasil Ramalan Rossi Jadi Kenyataan

Bor, akhirnya nih, Marc Marquez menang di balapan Sirkuit Aragon. Padahal dalam dua tahun belakangan ini Marquez belum pernah mengalahkan Rossi di Arogon yang memiliki panjang lintasan 5,3 km ini.

Dalam balapan tadi (25/9) Marquez jadi yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 57.678 detik. Catatan waktunya saat ini lebih baik dibanding 2013 lalu. Kala itu ia merebut podium tertinggi dengan torehan waktu 42 menit 3.459 detik.

Balapan kali ini memang sudah berjalan seru sejak dari pertama. awal lomba tadi Marquez sempat tertinggal dari Maverick Vinales. Bahkan ia melakukan kesalahan di lap kedua saat lajunya melebar ke sisi kiri lintasan. Membuat Marquez terlempar di posisi ke lima di belakang Vinales.

Selain itu dua pebalap Movistar Yamaha sempat bersaing ketat memperebutkan posisi ke dua. Namun Rossi melakukan kesalahan saat ingin menikung Lorenzo di lap 22, yang hampir membuat dirinya melebar ke luar lintasan. Untungnya Rossi masih bisa mengendalikan motor dan berhasil finis di posisi ke dua.

Berkat kemenangannya kali ini Marquez semakin kokoh di puncak klasemen MotoGP dengan 248 poin, unggul 52 angka darisaingan terdekatnya Valentino Rossi dan 66 angka dari Jorge Lorenzo.

Foto-Foto Helm Hiu Terbaru Lorenzo

Bor pebalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo bakal pamer helm baru di GP Aragon nanti malam. Dari penampakan foto yang diunggah melalui akun twitter Lorenzo, @lorenzo99, pembalap yang musim depan akan bersama dengan Ducati ini memadukan warna hitam, putih, dan abu-abu. Sedangkan logo empat sponsor nampak menempel di helm tersebut. Lorenzo juga mengganti huruf X yang salama ini menempel di bagian atas helm dengan kepala Hiu lengkap dengan dua mata. Ini dia penampakan lengkapnya.

helm-4

helm-3

helm-1